Hay
guys, pada postingan ini saya akan membagikan postingan yang mungkin cukup bermanfaat
bagi saya maupun kita semua. Kali ini saya akan membahas mengenai sebuah
tradisi yang begitu sakral guys, ya sebuah ada istiadat dan budaya yang berkembang
di tanah sasak khususnya. Tradisi seperti apakah itu? Penasaran bukan ? iya
inilah tradisi yang bagi saya sebuah tradisi yang begitu indah yang masih
dijaga oleh masyarakat guys, yaitu tradisi yang bernama nyongkolan. Menurut sumber yang saya temui yaitu seorang petua dari
desa mantang yaitu sebuah desa yang berada diwilayah Lombok yaitu bapak S. Aziz
dan Ibu Subuh mengatakan bahwa tradisi nyongkolan ini nerupakan tradisi yang
masih begitu dijaga kelestariannya guys.
Sebenarnya
apa itu nyongkolan? Nah, nyongkolan merupakan sebuah tradisi yang begitu sakral
yang dijalankan dan masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat sasak. Sebenarnya
bukan itu saja guys, tapi Nyongkolan
adalah sebuah tradisi lokal di Lombok, dimana sepasang pengantin di arak
beramai-ramai seperti seorang raja menuju rumah / kediaman sang pengantin
wanita secara terhormat.. Arak-arakan ini selalu diiringi dan diramaikan dengan
beraneka tetabuhan alat musik tradisional dan kesenian khas suku Sasak. Ada yang
pada tau ngak tujuannya apa diiringi oleh alat musik itu? Tujuannya agar para
warga sekitar mengetahui bahwa pasangan pengantin tersebut sudah menjadi
sepasang suami istri yang sah.
Uniknya,
ada mitos dan kepercayaan yang masih dipegang oleh warga suku Sasak terkait
dengan nyongkolan ini. Menurut kepercayaan lama yang masih berkembang dan turun
temurun, jika tradisi nyongkolan tidak digelar setelah prosesi akad nikah sang
pengantin, maka rumah tangga sang pengantin tersebut biasanya tidak akan bisa
bertahan lama atau keturunan dari pasangan pengantin ini biasanya akan terlahir
dalam kondisi cacat fisik. Akan tetapi kebenaran dari mitos ini belum terlalu
isa dipercaya guys.
Nyongkolan
ini sendiri tidak hanya menarik perhatian masyarakat setempat guys, akan tetapi
semua wisatawan yang berkunjung ke tanah sasak juga ikut tertarik dengan
prosesi adat nyongkolan ini guys. Bahkan tidak jarang setiap prosesi nyongkolan
selalu ramai dipadati warga maupun wisatawan sepanjang arak-arakan berlangsung.
Tentu dalam prosesi arak-arakan ini kedua mempelai diibaratkan seperti raja dan
ratu yang dikawal atau didampingi oleh dedare-dedare (sebutan wanita sasak) dan terune-terune (sebutan laki-laki sasak), bahkan oleh para tokoh masyarakat
setempat. Dalam proses iringan tersebut para dedare maupun terune sasak harus
mengenakan baju khas masyrakat setempat sebgai bentuk penghormatan kepada kedua
mempelai.
Ada
satu hal yang tidak kala menarik dari prosesi adat nyongkolan di bumi sasak ini
guys, yaitu pada proses iring-iringan biasanya diiringi dengan tabuhan tabuhan
gendang beleq khas Lombok, atau sejenis musik rebana dengan lagu lagu daerah
Lombok disertai penari dengan pakaian khas tari. Jika sang pengantin merupakan
kaum ningrat atau bangsawan, iring-iringan nyongkolan pastinya dilengkapi
dengan gendang beleq dan pasukan berani mati yang berkostum seperti prajurit
jaman dulu kala. Menurut sumber yang saya temui, walaupun begitu kuat dijaga
kelestariannya, nyongkolan pada jaman sekarang sudah cukup bergeser
pelaksanaanya baik itu dari segi musik yang mengiringi, pakaian yang dipakai
untuk mengiringi, maupun cara pengiringannya yang hampir jauh dari kebiasaanya.
Akan tetapi bagaimanapun itu proses nyongkolan tetap dianggap sebagai hal yang
sakral dari adat sasak yang harus dihormati dan dijaga kelestariannya.
Wahhhh
keren ya guys, sekiranya untuk menjadi bangsa yang besar kita harus mengetahui
sejarahnya guys, karena sebuah budaya adalah jati diri kita dan bangsa kita
guys. Jadi teringat katanya bung Karno ni, JAS MERAH !! (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Sekian
dulu ya guys, tunggu postingan selanjutnya ya.
Salam pamit ya, :-*.
Banga sasak
BalasHapusBanga sasak
BalasHapusLuar biasa bumi sasak.
BalasHapusMantap
BalasHapusKerenn
BalasHapusSangat bermanfaat terima kasih
BalasHapusPemikiran yang bagus
BalasHapusPemikiran yang bagus
BalasHapusLuar biasa
BalasHapussangat terhormat sekali bung
BalasHapusTerbaik dri segala yg terbaik
BalasHapusTerimakasih infonya.
BalasHapusMari lestarikan budaya kita.
Salam budaya.😊
Terimakasih infonya.
BalasHapusMari lestarikan budaya kita.
Salam budaya.😊
Luar biasa, sangat membangun
BalasHapusNantikan tulisan selanjutnya ya....,
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIni seperti mahakarya
BalasHapusgood. untuk masukkan. nama blognya kurang huruf 's' brother. jadinya itu dibaca irawanyah, renyah.. macem iklan aja jadinya
BalasHapusGood👍 Informasi yang bermanfaat 😊
BalasHapusBermanfaat sekali informasi nya kembangkan terus 👍
BalasHapusIm so sorry Dil 😂
BalasHapusLuar biasa, tingkatkan lagi.
BalasHapus#salam budaya
Terbaik,imformasi yg sangat bermanfaat
BalasHapusPostingannya cukup menarik, ternyata budaya sasak nyongkolan unik. Patut dilestrikan. 😊👍
BalasHapusDari zaman dulu musik pengiring yg khas ialah gendang beleq. Kemudian zaman sekarang gendang beleq biasanya beralih ke musik kecimol. Apakah itu tidak mempengaruhi filosofi dari tradisi nyongkolan?
BalasHapusIni sangat mempengaruhi, dan bisa dikatakan ini sebagai pergeseran dari prosesi pelaksanaan nyongkolan.
HapusBagus sekali
BalasHapusSaya lebih suka kalo tradisi sasak nyongkolan menggunakan gendang beleq daripada kecimol, karna tidak jarang perkelahian terjadi akibat berjoget dengan kecimol
BalasHapus👍
BalasHapusLombok amazing !
BalasHapusMati kita jaga budaya kita.. 😊
BalasHapusSemoga bermanfaat
BalasHapusLuarrr biasaaa...
BalasHapusKerenn mantap
BalasHapusMantapp
BalasHapussangat menarik dan menanmbah wawasan kita tentang budaya...
BalasHapusSANGAT BERMANFAAT.
BalasHapusTerbaik
BalasHapus